Festival Literasi Taput 2026 Dorong Budaya Membaca

banner 468x60

TAPUT – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mendorong penguatan budaya literasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memahami informasi, berpikir kritis, berkarya dan membangun karakter.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Festival Literasi Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 yang dibuka di Sopo Partukkoan, Rabu (30/9/2026).

Sekretaris Daerah Tapanuli Utara Drs. Henry M.M. Sitompul, M.Si., mewakili Pemkab Taput menghadiri pembukaan sekaligus membacakan sambutan Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, membangun karakter serta memanfaatkan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan kehidupan.

Baca Juga :  Hadiri Paripurna LKPj 2025, Wabup Taput: Rekomendasi DPRD Jadi Evaluasi Strategis Pemkab

Menurutnya, penguatan literasi semakin penting di tengah derasnya arus informasi pada era digital. Anak-anak dan generasi muda memiliki akses luas terhadap internet dan media sosial sehingga perlu memiliki kemampuan untuk memilah, memahami dan menggunakan informasi secara bijak serta bertanggung jawab.

Festival Literasi Taput menjadi ruang bersama bagi anak-anak, guru, orang tua, mahasiswa dan masyarakat untuk menumbuhkan minat membaca, belajar, berkarya dan berbagi pengetahuan dalam suasana edukatif.

Sejumlah kegiatan digelar dalam festival tersebut, di antaranya Lomba Martorsa, Seminar Literasi Nasional, lomba mewarnai untuk anak PAUD, pelatihan guru PAUD dalam mendongeng serta pameran buku.

Baca Juga :  Wamen Pertanian RI Tinjau Program Kerbau Perah BPTU-HPT Siborongborong

Festival juga menghadirkan Satria Dharma, penggagas Gerakan Literasi Sekolah Kemendikbud, yang diharapkan dapat memberikan wawasan tambahan mengenai pengembangan budaya literasi, khususnya di lingkungan pendidikan.

Pemkab Tapanuli Utara juga mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam membangun ekosistem literasi. Sekolah, guru, orang tua, perpustakaan, komunitas, dunia usaha, media dan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan literasi.

Literasi yang kuat, kata Bupati dalam sambutannya, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan dan perkembangan teknologi.

Karena itu, Festival Literasi Taput diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan atau kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat gerakan literasi secara berkelanjutan di Kabupaten Tapanuli Utara.

Baca Juga :  ‎Tepati Tenggat Waktu, Pemkab Tapanuli Utara Serahkan LKPD Unaudited TA 2025 ke BPK RI Perwakilan Sumut

Melalui penguatan budaya literasi, Pemkab Taput berharap lahir generasi yang gemar membaca, mampu berpikir kritis, kreatif dalam berkarya, memiliki karakter positif serta tetap memiliki akar budaya dan nilai-nilai luhur daerah.

Turut hadir moderator Masniar Hernawati Sitorus, S.S., M.Hum., para pimpinan OPD, Asisten di lingkungan Pemkab Tapanuli Utara, mahasiswa Program Studi D-III Kebidanan Tapanuli Utara Poltekkes Kemenkes Medan, serta kepala sekolah dan guru SD dan SMP. (Imelda Togatorop)

Pos terkait